top of page

Kopi Gayo

  • Writer: Gibran Fachri
    Gibran Fachri
  • Mar 23, 2018
  • 1 min read

Dataran tinggi Gayo di Aceh sudah lama dikenal sebagai kawasan penghasil kopi-kopi berkualitas—bahkan di Indonesia. Kebanyakan produksinya adalah arabika, meski ada juga jenis robusta yang diusahakan di sini. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak arabika. Tahun 2010 lalu, kopi Gayo telah mendapat sertifikat Fair Trade dari Organisasi Fair Trade Internasional. Di bulan Oktober di tahun yang sama, kopi Gayo juga memperoleh skor tertinggi pada ajang Indonesian Specialty Coffee Auction yang semakin menandai varietas ini sebagai salah satu kopi organik terbaik—di dunia.

Wilayah tumbuh: daerah Takengon, kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dengan ketinggian sekitar 1200 – 1700 mdpl.

Tasting profile: Kompleks—bahkan cukup susah jika harus mendefinisikan satu notes utama dalam kopi ini mengingat semua karakternya seimbang, tidak ada yang mendominasi. Body-nya sedang, acidity-nya seimbang dan after taste yang cukup panjang. Salah satu kekuatan kopi Gayo juga adalah aromanya yang harum dan nikmat.

Proses pengolahan: washed process, honey dan natural.Welcome to your blog post. Use this space to connect with your readers and potential customers in a way that’s current and interesting. Think of it as an ongoing conversation where you can share updates about business, trends, news, and more.


Cupping kopi Gayo


https://majalah.ottencoffee.co.id/jenis-jenis-kopi-sumatera/?gclid=Cj0KCQjwy9LVBRDOARIsAGqoVnseLbdu6drbB2wgFawxahe20nnIZt7WM07SL4P4zF2qDY6m60NUCO0aArqWEALw_wcB

Comments


  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon

© 2018 kaum penikmat kopi/gibran. Proudly created with Wix.com

bottom of page